Pages

Saturday, 5 October 2013

Cara Islam: Kiat Membuat Anak Cerdas dan Pintar

Semua orang tua pasti ingin menjadikan dan memberikan buah hatinya segalanya yang terbaik. Di antaranya yaitu dengan membuat anak sehat sejak bayi dan tentunya lebih cerdas dari waktu ke waktu.

Berbicara tentang kecerdasan seorang anak pasti dalam benak khalayak umum identik dengan kecerdasan yang tertuju kepada daya ingat (kognitif), misalnya seorang anak dikatakan cerdas biasanya itu pandai dalam menyelesaikan soal-soal pelajaran khususnya matematik. Tidaklah demikian,  jika dicermati seringnya tolak ukur yang dijadikan tes IQ hanya kemampuan logika matematika. Sebenarnya tidak dapat dipakai sebagai penjamin masa depan seseorang.

Perlu diketahui berdasarkan teori terkenal yang disebut multiple intelegence (kecerdasan majemuk)  oleh pakar yang bernama Howard Garnerd telah mengemukakan, bahwa kecerdasan tidak dapat hanya diukur berdasarkan angka seperti tes IQ. Namun kecerdasan harus dilihat secara luas sebagai kumpulan kemampuan, bakat, atau ketrampilan mental dengan istilah lain biopsikologi. Sehingga setiap orang memiliki potensi dalam dirinya untuk unggul di suatu bidang atau lebih. 

Berdasarkan teori di atas, bahwa membuat anak cerdas itu tidak hanya dalam satu bidang, masih ada bidang-bidang lain yang tentunya dapat menjamin masa depannya. 

Berikut ini adalah bagaimana Islam mengajarkan beberapa cara  dalam memicu anak menjadi cerdas:

1. Beri anak dengan susu ibu (ASI)

Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 233:
“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”

Terbukti pada penelitian yang diikuti oleh sekelompok ibu di Belarusia. Salah satu kelompok ibu memberi ASI eksklusif, artinya tidak memberikan makanan apapun kecuali ASI kepada bayinya selama 1 tahun. Sedangkan kelompok ibu lainnya memberikan ASI pada kurun lebih pendek dan juga memberikan makanan lainnya selain ASI.

Hasilnya, anak-anak dalam kelompok pertama yang memberi ASI lebih lama, anak-anak yang dihasilkan telah mencetak skor tinggi dalam bidang seperti membaca, menulis dan perhitungan.

Anak berusia 6 tahun yang diberi  ASI terus menerus ketika bayi, skor tes IQ-nya 5% lebih tinggi daripada anak 6 tahun yang tidak mendapat ASI.

2. Ajari anak gemar membaca

 Allah berfirman dalam surah Al-Alaq ayat 1:
" Bacalah...."

Dengan memenuhi rumah dengan buku, setidaknya 500 buku akan memberikan kemungkinan pengetahuan anak lebih luas. Dibandingkan anak yang di dalam rumahhnya hanya berisi beberapa buku saja atau bahkan tidak meyimpan buku.

3. Ajari anak mengendalikan diri (sabar)

Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 200:
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian"

Berdasarkan Tes yang dilakukan negara maju. Penelitian dilakukan kepada anak-anak diberitahu bahwa mereka bisa makan dua kue jika mereka mau menunda makan kue yang pertama. Mereka yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan kue pertama mencetak poin lebih tinggi dari pada anak yang tidak bisa menunggu lebih dari itu.

Tes di atas disebut "Pengendalian dorongan", merupakan faktor penting dalam fungsi eksekutif. Ilmuwan sekarang tahu bahwa menjadi jenius tidak harus banyak berkaitan dengan IQ, tapi berkaitan dengan fungsi eksekutif. Kemampuan beralih tugas, mengingat dan mengendalikan dorongan jauh lebih berkaitan dengan kesuksesan dibandingkan daripada hanya IQ semata.

4. Hidarkan anak permainan game dan menonton televisi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak peting (berguna) baginya.”  (Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dan lainnya)

Seorang anak yang menghabiskan kegiatannya untuk seharian bermain vidio game mendapat skor ujian sekolah 9,4 % lebih rendah daripada anak yang tidak lagi bermain game semacam itu. begitu juga anak yang menonton TV the american academy of pediatrics mengeluarkan peringatan kepada orang tua, agar  tidak membiarkan anak dan balitanya menonton TV.

Sunngguh manfaat menonton TV dan geme bagi anak-anak dan balita tidaklah diketahui. Bahkan hal itu dapat merusak keterampilan mental dan menyia-nyiakan waktu untuk perkembangan otak yang seharusnya dilewati anak untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang lain secara nyata. 


Demikian beberapa cara bagaimana membuat anak kita semua lebih cerdas, berdasarkan tinjuan dasar al-Qur'an dan Hadis dengan dikkombinasikan dengan fakta lapangan yang telah membuktikan kebenaran tentang itu semua. Semoga bermanfaat, Wallahu A'lam.
Facebook Twitter Google+

9 komentar

tips yang menarik, saya sudah menerapkan beberapa. harus bisa semuanya nanti. makasih infonya

Nice sharing bro bisa dicoba buat anak ane masa depan kelak hehehe kunjungan baliknya yo www.naufalthedarkness.blogspot.com

download film NOAH
http://www.jauharfeedback.tk/2014/10/download-film-noah-3gpmp4mkv.html


Bagus artikelnya, menginpirasi kami. Siap bekerjasama untuk Les Privat di Pamulang dan Les Privat di Bintaro SD, SMP, SMA

Back To Top