Pages

Tuesday, 7 October 2014

Tahapan-Tahapan Doa Sebelum Tidur

Semua kegiatan seorang Muslim bernilai ibadah, Allah dan Rasulullah telah memberikan beberapa ‎amalan yang ketika dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dapat bernilai menjadi ganjaran di akhirat. ‎
Begitu banyaknya keuntungan yang diperoleh seorang muslim yang beriman dan selalu menjalankan ‎kegiatan positif. Lihatlah, seorang muslim secara konkret telah di ajarkan pada salah satu amalan yang ‎ada dalam kehidupan kesehariannya, salah satunya adalah berupa tahapan-tahapan amalan saleh atau doa-doa yang ‎dilakukan sebelum dan sesudah tidur, berikut ini:

Tahapan Pertama; Pintu ditutup, Padamkan Api (lampu), dan Tutup Bejana
Hal-hal dianjurkan untuk dilakukan, seperti pintu harus ditutup, padamkan lampu, dan menutup bejana ‎yang semuanya itu merupakan piranti yang ada dirumah. Rasulullah saw. bersabda, “Padamkan lampu ‎ketika kamu hendak tidur di malam hari, kemudian pintu ditutup dan bejana makanan dan minuman ‎tutuplah dengan rapat-rapat.”‎

Tahapan Kedua; Berwudhu
Kegiatan berwudhu sebelum tidur hendaknya dilakukan, dikarenakan berkenaan adanya sebuah hadis, ‎dimana Rasulullah saw. bersabda, “Jika kamu hendak mendatangi kamar tidurmu, berwudhulah ‎sebagaimana melakukan wudhu ketika hendak shalat, kemudian rebahkanlah badanmu pada sisi kanan.” ‎‎(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).‎

Tahapan Ketiga; Membersihkan Kamar Tidur
Sebagaimana pada tahapan sebelumnya, kita dianjurkan pula sebelum tidur agar mengibaskan selimut ‎atau penutup kasur, sebanyak 3 kali. Hal ini pun dengan selalu bersandarkan pada hadis. Bahwa ‎Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang darimu hendak tidur pada kamarnya, maka ‎kibaskanlah kain/selimutnya pada tempat tidurnya terlebih dahulu, (alasannya hal itu dilkukan) soalnya ia ‎tidak tahu menahu sesuatu apa yang ada di atas (kamar tidurnya)…” Pada riwayat lainnya dijelaskan ‎kibasan dilakukan sebanyak tiga kali. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim).‎

Tahapan Keempat; Tidur pada posisi badan berbaring di bagian kanan
Hal yang dianjurkan ketika hendak tidur adalah posisi badan miring pada bagian kanan (seperti mayat ‎ketika dikebumikan), dan juga tangan kanan dijadikan sebagai bantalan untuk kepala. Anjuran ‎berdasarkan sabda Nabi saw. yang berbunyi, “Jika kamu hendak mendatangi kamar tidurmu maka ‎wudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian setelah itu tidurlah pada sisi kanan badan kamu.” ‎‎(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim). Riwayat lain, bahwa Rasulullah saw. jika tidur ‎beliau menjadikan tangan kanannya sebagai bantalan bagi pipi kanannya. (Diriwayatkan oleh Abu ‎Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban). Sebagai catatan; Tidaklah mengapa apabila setelah ‎terlelap posisi badan menjadi berubah.‎

Tahap Kelima; Melantunkan surah/ ayat yang ada pada Al-Qur’an
Di antara surah/ ayat yang hendaknya dibaca sebelum tidur:‎

‎1. Membaca Surah al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Demikian berdasarkan hadis yang disampaikan oleh ‎istri Rasulullah saw. “Aisyah” berkata, “Nabi saw. ketika di tempat tidur pada malam hari, beliau ‎menengadahkan kedua telapak tangannya, kemudian kedua telapak tangan tersebut beliau tiup dan ‎dibacakan ‘Qul Huwallahu ahad’ (Surah Al-Ikhlas), Qul A’udzu birabbil falaq’ (Surah al-falaq) dan ‘Qul ‎A’udzu birabbin nas’ (Surah An-Nas). Kemudian dengan kedua telapak tangan tadi (setelah ditiup dan ‎dibacakan) beliau usapkan ke anggota tubuhnya yang mampu untuk dijangkau; dari kepala, muka, dan ‎anggota tubuh bagian depan, dilakukan sebanyak tiga kali.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari)‎
‎2. Membaca Ayat kursi, Ayat Kursi, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‎‎‘anhu (HR. Bukhari).‎
‎3. Membaca dua ayat terakhir pada surah Al-Baqarah. Berdasarkan sabda Rasulullah saw., “Barang ‎siapa membaca dua ayat terakhir yang ada pada surah Al-Baqarah di malam hari, maka yangsudah ‎dibaca tersebut telah mencukupinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim).‎
‎4. Membaca Surah Al-Kafirun, berdasarkan hadis, “Bahwa Rasulullah saw. pernah mengajarkan sahabat ‎Naufal agar membaca Surah Al-Kafirun sebelum tidur.”  (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, ‎dan Tirmidzi)‎
‎5. Membaca Surah Al-Mulk dan As-Sajdah. Berdasarkan penjelasan sahabat Jabir bin Abdillah, “Tidaklah ‎Rasulullah saw. itu tidur sebelum beliau membaca alif lam miim (pada surah As-Sajdah) dan ‎Tabarakalladzi (surah al-Mulk).” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari)‎

Tahap Keenam; Membaca Dzikir dan Doa
Dzikir dan doa ini, sebagaimana yang telah dianjurkan atas dasar rekkomendasi dari Rasulullah ‎saw. agar dibaca sebelum tidur, lebih detail sebagaimna berikut:

Doa yang masyhur, dan itu dibaca sebelum tidur. Telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari:‎
بسمك اللهم اموت و احيا  (رواه البخاري)‏
Bismikallahumma amuutu wa ahyaa
Artinya: Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup

Dan doa-doa yang selain di atas seperti:‎
اللهم قني عذابك يوم تبعث عبادك  (رواه ابوداود)‏
‎ “Allahumma qiini adzaabaka yauma tab’atsu i’baadaka” ‎
Artinya: Ya Allah, Selamatkanlah aku dari siksamu di hari engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. (HR Abu ‎Dawud)‎
Atau;‎
بسمك ربي وضعت جنبي وبك أرفعه إن أمسكت نفسي فارحمها وإن أرسلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصا لحين   (‏رواه البخاري و مسلم)
‎“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa ‎fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”‎
Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu, Ya Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan-Mu aku ‎bangun dari padanya. Jika Engkau menahan ruhku (mati) , berilah rahmat padanya. Namun jika Engkau ‎melepasnya maka jagalah sebagaimna Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh.” (Diriwayatkan ‎oleh Imam Bukhari dan Muslim)‎

Tahapan Ketujuh; Menghindari hal-hal yang Makruh
Beberapa hal yang perlu dihindari atau dijauhi sebelum tidur adalah sebagai berikut:‎

‎1. Makruh tidur pada tempat tanpa dinding penutup di atasnya. Berdasarkan sabda Nabi saw., “Barang ‎siapa yang tidur malam pada atap rumah yang tidak ada genteng/penutup, maka jaminan (keamanan) ‎hilang darinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari)‎
‎2. Makruh juga tidur telungkup (perut tumpuannya). Rasulullah saw. bersabda “Seseungguhnya cara ‎tidur telungkup adalah caranya penghuni neraka.”  (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah)‎

Penjelasan yang telah ada dari awal hingga akhir inilah, merupakan bagian dari rentetan tahapan amalan yang di ‎anjurkan oleh Rasulullah saw. yang mana itu patut untuk di aplikasikan oleh seorang Muslim dan muslimat, ‎kususunya ketika hendak berangkat menuju tempat tidur. Itu semua memiliki nilai ibadah, kita akan menuainya ‎hasilnya kelak di akhirat.‎
‎ Sekian, Semoga bermanfaat!! Wassalaamu ‘alaikum ‎

Ringkasan dari: Kitab Adab, pada bab adab dalam tidur( Bab Al Adab An Naum), Karya Syekh Fuad Abdul Azis ‎Asy- Syalhub.‎

Facebook Twitter Google+

Back To Top